Beberapa bulan ini, sering terjadi kehilangan di kostan, mulai
dari kehilangan dompet, atm, sampai HP (handphone).
Dan semua tertuju pada salah satu anak yang melakukannya. sebut
saja dengan F (kasian anaknya kalu disebutin disini).
Anak ini sebenarnya ga kost dikostan gw.
Dan ceritanya gini.
Si F, kostannya di depan kost gw, ga depan-depan banget sih, tapi
didepan samping githu.
Dan dikostan dia ini, sebut saja Kostan MB
selama 10 taon ga pernah ada kehilangan, adapun itu ada, pernah
sekali dikarenakan ada orang luar yang masuk karena pintu depan ga kekunci. Tapi sejak anak ini tinggal dikostan MB, sudah terjadi
5 kali kehilangan dan semuanya HP. dan setiap kejadian selalu ada dia. Walaupun tak ada bukti, tapi alibi kejadiannya semuanya mengarah ke-dia.
Anak2 kostan MB, jadi pada kesal, jadinya mereka mengadakan rapat dan menghadirkan kakaknya untuk dimusyawarakan, agar si F tidak mengulangi kelakuannya.
dikostan itu, dan dijauhi oleh anak-anak kostannya. Mungkin karena dikostannya ga diterima lagi, tapi masih tetap kost di MB, dia sering maen ke kostan GW, dan kebetulan anak-anak kostan pada keranjingan maen Game DOTA, dan dia ngajar-ngajarin anak-anak yang lagi maen, jadinya dia bisa akrab gitu sama anak kostan gw.
Gw sih sebenarnya ga tau kalo dia itu, pernah ada masalah di Kostannya, malah pernah cerita2 tentang kecurian2 di kostan, diman ada yang kehilangan disaat lagi tidur, ataupun pintu kamarnya kecongkel ama dia( jarang update berita seputar kostan sih...hehehe).
Dan gw tau dari anak kostan gw yang sekelas ama dia, dan dia udah tau anak ini, karena dia juga pernah kehilangan, makanya dia mewanti-wanti anak kostan yang lain agar jangan meninggalkan barang sembarangan selagi ada dia.
Selama 1 -3 minggu ga ada kejadia dan anak ini ga pernah lagi tidur di kostannya tapi sering tidur di kamar anak kostan gw.
Karena tampangnya yang bersahabat, anak2 kostan juga ngirain dia ini udah tobat, lagian kita mikirnya, kita udah pada tau track recordnya (wui..bahasanya...).
Tapi..., 2 hari yang lalu ada 2 orang yang kehilangan HP sama dompet, dan sama dengan kejadian2 sebelumnya di kostannya, dimana ada dia ada disitu.
Akhirnya anak-anak kostan membicarakan hal ini dengan anak-anak kostannya gimana penyelesaiannya. Setelah melakukan rapat Si F disidang sama anak kostannya untuk mengakui semua perbuatannya, tapi dia tetap tidak mengaku.
Dan semalam anak-anak memasukan dia dikamarnya dan dikunci dari luar (kamarnya ada jendelanya tapi ada tralis besinya jadi ga bisa keluar dan untung kamar mandinya di dalam, kalo ga bisa berabe..hehe).
Malam itu juga Bapaknya ditelepon untuk menyelesaikan masalah ini lagi ( kalo sebelomnya sama kakanya). Tapi lagi-lagi dia tidak mengaku, dan Bapaknya kayaknya udah malu banget.Anak-anak masih bijak, cuman mengharapkan pengakuannya aja, tapi gw pengen diculik aja ni anak, tus hajar rame-rame, cuman karena melihat Bapaknya jadinya ga tega.
Kami semua sepakat untuk dibawa KeRektorat dan di selesaikan secara psikologi, dan kalao dia terbukti, pihak rektorat bisa mengeluarkan surat edaran kesemua Peguruan Tinggi, yang membuat dia ga bisa Sekolah lagi.
Sebenarnya ini ga perlu dilakukan kalo dia mengakuinya. Dan dia dalam minggu ini juga diminta untuk angkat kaki dari kostannya.
Buat sahabat2, ad usul ga buat penyelesaian ni anak (Si F)???